Rangkuman Buku “Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya” oleh Dr. Alo Liliweri, M. S. BAB 1-8

Judul: Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya
Penulis: Dr. Alo Liliweri, M. S.
Penerbit: Yogyaarta, Pustaka Pelajar
Tahun: 2003

BAB 1
PENGERTIAN KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

1.      Apa itu Komunikasi?
Esensi komunikasi terletak pada proses, yakni suatu aktivitas yang “melayani” hubungan antara pengirim dan penerima pesan melampaui ruang dan waktu.
2.      Apa itu Komunikasi Antarbudaya?
Komunikasi dan kebudayaan tidak sekedar dua kata tetapi dua konsep yang tidak dapat dipisahkan, “harus dicatat bahwa studi komunikasi antarbudaya dapat diartikan sebagai studi yang menekankan pada efek kebudayaan terhadap komunikasi (Williamm B. Hart II, 1996). Sederhananya komunikasi antarbudaya yaitu komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan.

BAB 2
ASUMSI-ASUMSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
            Untuk memahami kajian komunikasi antarbudaya maka terdapat beberapa asumsi, yaitu:
1.      Komunikasi antarbudaya dimulai dengan anggapan dasar bahwa ada perbedaan persepsi antara komunikator dengan komunikan;
2.      Dalam komunikasi antarbudaya terkaandung isi dan relasi antarpribadi;
3.      Gaya personal mempengaruhi komunikasi antarpribadi;
4.      Komunikasi antarbudaya bertujuan mengurangi tingkat ketidakpastian;
5.      Komunikasi berpusat pada kebudayaan;
6.      Efektivitas antarbudaya merupakan tujuan komunikasi antarbudaya.

BAB 3
PROSES KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
1.      Hakikat Proses Komunikasi Antarbudaya
Kita sebut komunikasi sebagai poses karena komunikasi itu dinamik, selalu berlangsung dan sering berubah-ubah. Sebuah proses terdiri dari beberapa sekuen yang dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan. Semua sekuen berkaitan satu sama lain meskipun selalu berubah-ubah. Jadi pada dasarnya proses komunikasi antarbudaya sama dengan proses komunikasi lain, yakni suatu proses yang interaktif dan transaksional dan juga dinamis. Komunikasi antarbudaya yang interaktif yaitu komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan dalam dua arah atau timbal balik (two way communication) namun masih berada pada tahap rendah (Wahlstrom 1992). Apabila ada proses pertukaran pesan itu memasuki tahap tinggi, misalnya saling mengerti, memahami perasaan dan tindakan bersama maka komunikasi tersebut telah memasuki tahap transaksional (Hybels dan Sandra, 1992).
2.      Unsur-unsur Proses Komunikasi Antarbudaya Komunikator
Komunikator dalam komunikasi antarbudaya adalah pihak yang mengawali pengiriman pesan tertentu kepada pihak lain yang disebut komunikan. Dalam komunikasi antarbudaya seorang komunikator berasal dari latar belakang kebudayaan tertentu, misalnya kebudayaan A yang berbeda dengan komunikan yang berkebudayaan B.
Unsur-unsurnya yaitu:
a.       Komunikan
Komunikan adalah pihak yang menerima pesan.
b.      Pesan atau Simbol
c.       Media
Media merupakan tempat, saluran yang dilalui oleh pesan atau simbol yang dikirim melalui media tertulis misalnya surat, telegram, faksimili, surat kabar, tv, maupun tatap muka.
d.      Efek atau Umpan Balik
Umpan balik yaitu tanggapan dari komunikan kepada komunikator atau pesan-pesan yang telah disampaikan.
e.       Suasana (Setting dan Context)
Yaitu tempat dan waktu serta suasana (sosial, psikologis) ketika komunikasi antarbudaya berlangsung.
f.       Gangguan (Noise atau Interference)
Gangguan dalam komunikasi antarbudaya adalah segala sesuatu yang menjadi pemnghambat proses komunikasi.

BAB 4
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
            Secara umum ada empat kategori fungsi utama komunikasi, yaitu:
1.      Fungsi infomasi
2.      Fungsi instruksi
3.      Persuasif
4.      Fungsi menghibur
Jika diperluas maka akan ditemukan dua fungsi lain, yakni:
1.      Fungsi pribadi: fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
2.      Fungsi sosial: menunjukkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep-konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Fungsi pribadi dibagi lagi menjadi 4 fungsi:
1.      Menyatakan identitas sosial;
2.      Integritasi sosial;
3.      Kognitif;
4.      Melepaskan diri.
Sedangkan fungsi sosial terbagi menjadi:
1.      Fungsi pengawasan;
2.     Menghubungkan/menjembatani;
3.      Sosialisasi;
4.      Menghibur.

BAB 5

IKLIM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
            Iklim komunikasi berkaitan dengan situasi, kondisi, suasana psikologi yang berpengaruh terhadap interkasi sosial yang terjadi antarpribadi, komunikasi dalam kelompok dan organisasi, serta komunikasi publik dan komunikasi massa.

BAB 6
KONTEKS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
           Ada empat pendekatan tentang konteks; yaitu:
1. Pendekatan situsional;
2. Pendekatan fungsional;
3. Pendekatan pengembangan kognitif;
4. Pendekatan gaya.

BAB 7
PENDEKATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Beberapa pendekatan terhadap komunikasi antarbudaya:
1.      Pendekatan Psikologi Sosial
2.      Pendekatan Interpretatif
3.      Pendekatan Kritis
4.      Pendekatan Dialektikal
Pendekatan dialektikal merupakan kombinasi tiga pendekatan tersebut di atas. Bahwa sesuatu yang disebut realitas adalah dialektikal.  Dianjurkan bahwa pendekatan alternatif ini dapat dilakukan dengan memandang realitas secara objektif dan subjektif.
5.      Pendekatan Dialog Kultural
6.      Pendekatan Kritik Budaya

BAB 8
FAKTOR-FAKTOR PERSONAL YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
1.      Faktor-Faktor Psikologis
Faktor-faktor psikologis itu bisa muncul dari dalam diri atau ditampilkan sebagai respon pada stimulus yang datang dari luar.
2.      Faktor Personal sebagai identitas diri
Tiga bentuk identitas:
Identitas Budaya
Merupakan ciri yang ditunjukan seseorang yang merupakan anggota dari sebuah kelompok etnik tertentu.
Identitas Sosial
Terbentuk sebagai akibat dari keanggotaan dalam suatu kelompok kebudayaan. Identitas sosial merupakan identitas yang diperoleh melalui proses pencarian dan pendidikan dalam waktu yang lama.
Identitas Pribadi

Selanjutnya masih terdapat bab 9 sampai bab terakhir yang belum bisa saya lanjutkan karena keterbatasan waktu.





Komentar